10 November
adalah hari yang tidak asing lagi bagi kita, karena pada hari itu kita
peringati sebagai hari pahlawan. Sebenarnya pahlawan itu siapa sih ? apa
pahlawan itu seseorang yang harus berperang melawan penjajah? Jawabannya akan
kalian ketahui setelah membaca postingan
saya kali ini.
Inilah
dia sekilas infonya. . . !
PAHLAWAN TANPA TANDA
JASA
UNTUK ANAK BANGSA
Salah satu tokohnya adalah seorang wanita yang bernama
Sutriyati, beliau lahir di Buay Madang ,Oku Timur,tepatnya di Desa
Mudasentosa,28 Februari 1969. Beliau adalah anak ke 3 dari 10 bersaudara. Lahir
dan dibesarkan oleh pasangan suami isteri bapak Jumiko dan Ibu Sami yang
kehidupan ekonominya bisa dibilang pas-pas an. Berikut adalah riwayat pendidikan,riwayat
kerja serta riwayat keluarga Sutriyati.
A. Riwayat Pendidikan dan Kerja
Selama masa pendidikan Sutriyati selalu bersekolah di
sebuah yayasan swasta yang bernuansa Kristen. Itu bukan karena agama beliau
Kristen,tetapi itu adalah satu-satunya sekolah yang terdapat dilingkungan tepat
dimana ia tinggal.
·
Berawal pada tahun 1976,Sutriyati bersekolah di SDK (Sekolah Dasar
Kristen) yang terletak di Desa Mudasentosa, Kec. Buay Madang, Kab. Oku Timur.
·
Setelah lulus,beliau melanjutkan di SMPK (Sekolah Menengah Pertama Kristen).
Yang letaknya masih dalam satu lingkungan dengan SDK.
·
Kemudian setelah itu melanjutkan di SPG YPKSS (Sekolah Pendidikan Guru
Yayasan Pedidikan Kristen Sumatera Selatan)sederajat dengan SMA, yang terletak
di Desa Sumber Asri,BK.3 dan lulus tahun 1989.
Selesai menjalani pendidikan 12 tahun di SD,SMP dan
SPG, pada tahun 1990 beliau menikah dengan lelaki teman satu angkatannya,yang
Bernama Sakim. Setelah menikah Sutriyati dan Suaminya honor sembari bertani untuk
memenuhi kehidupannya di Desa Bumiharjo,Kec.Buay Bahuga,Kab. Way Kanan, tempat
mereka tinggal. Pada tahun 1993 Sutriyati dan suaminya mengikuti sebuah
pendaftaran PNS(Pegawai Negei Sipil).Tak sia-sia perjuangannya,mereka berdua
lolos dalam tes menjadi PNS. Dan pada tahun itu juga SK (Surat Keputusan)
mereka berdua jatuh yang menyatakan bahwa Sutriyati mengajar di SDN 01
Sukadana,Sekolah Dasar yang beratap seng dan berdinding papan,terletak di
sebuah kampung terpencil, yang pada saat itu disebut dengan IDT (Inpres Desa
Tertinggal). Jarak antara rumah dan tempat mengajar ± 5 km,perjalanannya naik
turun ,menyeberangi 2 sungai,dan jalan yang berlumpur ia lewati setiap hari
dengan menggunakan sepeda ontel. Tak jarang sering terjadi banjir saat musim
penghujan,dan harus menggunakan perahu/sampan untuk menyeberanginya.itu semua
ia lakukan demi untuk anak bangsa. Karena menurutnya terlalu beresiko selama
dalam perjalanan, akhirnya sutriyati menumpang sebuah rumah di desa dimana
tempat ia mengajar. Sebuah desa yang masih sangat terpencil,jauh dari
pasar,jauh dari rumah sakit,jauh dari tempa-tempat hiburan,benar-benar jauh
dari keramaian. Hanya ada hutan dan ladang,rumah penduduknyapun juga belum
terlalu banyak.
Sedangkan sang suami harus mengajar di Desa Tulang
Bawang,yang jaraknya lebih jauh lagi, dan hanya sebulan sekali mereka betemu
karena jarak dan tugas yang memisahkan.
Ya bisa dibilang hubungan jarak jauh gitu deh,,,hehe
^_^
Pada saat itu ada program pemerintah baru yang
menetapkan bahwa guru SD minimal harus lulusan DII. Jadi semua guru SD yang
sudah menjadi PNS harus mengikuti penyetaraan DII,salah satunya adalah
Sutriyati.
·
pada tahun 1996 beliau
melanjutkan pendidikan DII UT di Bandar Lampung selama 2 tahun.
Saat tahun 1998 Sakim,suami Sutri dipindahkan tugas di
SD yang sama tempat Sutri mengajar. Setelah 8 tahun mereka tinggal di desa
terpencil tersebut, Sutriyati dan sang suami akhirnya memutuskan untuk kembali
ke Desa tempat mereka berasal dulu,yaitu desa Bumiharjo.jadi pada tahun 2002
mereka kembali lagi di desa itu.
Siring
berjalannya waktu dan perkembangan zaman, pemerintah mengluarkan program baru
bahwa guru SD minimal lulusan S1.
·
Oleh karena itu Pada tahun 2009 Sutriyati akhirnya mengikuti kuliah S1 UT
di Bandar Lampung dan lulus tahun 2013.
Dan pendidikan beliau berhenti sampai disini.
Saat ini SDN 01 Sukadana tepat dimana Sutriyati
mengajar sudah mengalami beberapa kali renovasi,termasuk jalan yang ia lewati
juga mengalami perbaikan.
Berikut
adalah foto saat Sutriyati mengajar dengan keadaan sekolah yang baru.
imut ya adek nya hehe.. :)
sangat perlu untuk mengajarinya satu persatu.. ^_^
Dari tahun 1993 hingga sekarang Sutriyati masih
mengajar di SDN 01 Sukadana tersebut dan ia mengajar kelas 1. Selama ±20 tahun
belum ada yang sanggup menggatikannya mengajar kelas 1. Karena bukan hal yang
mudah untuk mengajar anak-anak seperti kelas 1 SD. Karena pada saat itu belum
ada pendidikan sebelum SD seperti TK/Paud. Jadi butuh kesabaran dan cara tersendiri
untuk menghadapinya. Itu adalah salah satu kelebihan Sutriyati yang membuat ia sukses menjadi seorang guru. Guru SD
terutama guru kelas 1 adalah orang yang berperan sangat penting semasa
pendidikan kita. Karena saat itu kita mempelajari hal-hal yang sangat mendasar
seperti membaca,menulis dan berhitung yang menjadi kunci dari kesuksesan. Sudah
banyak siswa-siswi Sutriyati yang menjadi orang sukses. Tidak sia-sia pengorbanan
beliau selama ini, karena telah menghasilkan bibit-bibit yang baik untuk
meneruskan perjuangan bangsa tercinta ini.
B.
Sejarah
Singkat Keluarga
Setelah mengetahui riwayat pendidikan dan riwayat
kerja Suriyati,sekarang saya akan membahas tentang riwayat/sejarah singkat
tentang keluarganya.
Setelah menikah dengan Sakim tahun1990 .
·
pada tahun 1992 Sutriyati melahirkan anak pertamanya,bayi
kembar,laki-laki dan perempuan. Tapi sayang kedua bayi itu tidak bisa
diselamatkan karena kelahirannya belum cukup umur.
·
Pada tahun 1994,lahirlah anak yang kedua,seorang bayi pria yang
tampan,dan di beri nama Yogi Zakaria. Tapi sayang sungguh sayang di usianya
yang baru 2 bulan yogi sakit dan nasibnya sama dengan kedua kakaknya.
·
Pada tahun 1997,lahir anak yang ketiga.seorang bayi wanita yang tak
kalah cantik,dan dia adalah orang dibalik pengetikan postingan kali ini,,siapa hayoo??
Gak perlu dikasih tahu sudah pada tahu sendiri kan? hehe..denger-denger nasibnya juga hampir sama seperti kakak-kakak
nya,tapi dia lebih beruntung,karena usaha dan doa dari orang tua tercinta kini
ia tumbuh menjadi gadis remaja yg cantik nan jelita yang di beri nama Onik
Rusmiyati..#PD
dikit gak papa ya,,hehehe ^_^
·
Pada tahun 2005,lahirlah seorang putri yang sama cantik diberi nama
A.Nurul hidayah.
·
Dan yang terakhir pada tahun 2009,lahirlah pria tampan yang diberi nama
A.Hafidz Ariansyah.
Kedua anak terakhirnya lahir dengan keadaan sehat wal afiat.amin
yarabal alamin.
Nah dari riwayat hidup tersebut kita bisa menyimpulkan
bahwa Jawaban pertanyaan yang diatas tentu saja bukan, kalau menurut pandangan
saya PAHLAWAN adalah sebutan untuk seseorang yang telah berjuang untuk kita
tanpa mengharapkan imbalan atau balasan apapun. Jadi tidak harus berperang
melawan penjajah untuk bisa disebut pahlawan. Seperti apa yang dilakukan oleh
Sutriyati yang berjuang memberikan dan mengajarkan ilmu yang ia bisa kepada
siswanya tanpa mengharapkan balasan apapun. Karena ilmu itu tidak bisa dinilai
dengan uang,Itu sebabnya seorang Guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa.
Yang kita lakukan sebagai pelajar hanyalah belajar
dengan sungguh-sungguh,itu berarti kita sudah ikut berperan dalam usaha
mempertahankan kemerdekaan dan meneruskan perjuangan para pahlawan kita.
SEMANGAT!! ^_^
Sumber
: Inspirasi saya



33 komentar:
bgus, guru memang pahlawan
coment balik http://ferdinanduswisnucristian.blogspot.com
good bisa jadi inspirasi buat kita semua
jangan lupa komen balik http://ratihpermatasarri.blogspot.com
memang benar pahlawan, sampai rela sebegitunya untuk anak bangsa
sangat patut bwt dicontoh nih...
wah,, menarik sekali..
sungguh patut di contoh,, samapai rela segitunya
cukup luar biasa kesabaran nya... pahlawan tanpa tanda jasa
wow semoga bnyak yg terinspiirasi ya
perlu kita tiru kesabarannya
pahlawan yang menjadi inspirasi ..!!!!!!!!!!!!!
komen balik http://jellymaulina.blogspot.com
wow..jasanya sangat mulia
mempunyai semngat yg luar biasa ,, demi memcerdaskan pemuda indonesia
sangat luar biasa jasa seorng gru
komen balik ya di selvioktavianixiipa2.blogspot.com
sip, sangat menarik.
jasanya sngt mulia
nita-ardiant1.blogspot.com
sunggu tepat anda menganggap seorang guru sebagai pahlawan tanpanya kita tidak akan jadi seperti ini
wah memang bener pahlawan tanpa tanda jasa.
Sipppp.... pahlwan nya guru yaaaa..
wcccchhh benar2 pahlawan tanpa tanda jasa yang sangat sabar dalam menghadapi murid2 nya ya....
comment balik ea di sitiyuriah.blogspot.com
memang bukan hal yang mudah untuk mengajar anak-anak seperti kelas 1 SD. apalagi saat itu belum ada pendidikan TK/Paud.
wah pasti orang ini sangat sabar...
btuh perjuangan yang keras nih.. http://madearianiipa4.blogspot.com
okd
comback di http://bellafriscafrezilia.blogspot.com
Pahlawan yang sangat berjasa...
Balik. Nyomanjarwanto21.blogspot.com
menjadi seorang guru memang pekerjaan yang sangat mulia,, bila tidak ada beliau apa jadinya kita....
komen balik ya di http://komangarinanda212.blogspot.com/
memang perempuan itu mnjdi phlwan dlam sgla hal,,sabar sekali slma itu dy mengajar tetap mengajar dikelas 1,dimana murid2ny belum begitu mengerti akan pelajaran...saluuuuttt
berjuang memberikan dan mengajarkan ilmu yang ia bisa kepada siswanya tanpa mengharapkan balasan apapun. itulah pahlawan
perjuangan yang luar biasa,,,komen balik y tutikkharismayanti.blogspot.com
patut di contoh
http://intanapregema.blogspot.com
guru adalah pahlawan negara.. bila tak ada guru apa jadinya negara kita...
wahhh pasti ibu sabar sekali bisa mengajar anak" yang masih kecil.
coment ke iindamayantismansa.blogspot.com
dan lihatlah seorang pahlawan dari sman 1 belitang, selamat berkunjung semoga dapat menginspirasi semuanya.amin
memang guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa... bangga saya dg profesi beliau
pahlawan yang sangat menginspirasi..koment balik revaenalia.blogspot.com
menegangkan sekali pemirsa.. :D
Posting Komentar